Bayangkan kontradiksi ini. Seorang panglima tertinggi seharusnya menjadi force multiplier pengganda kekuatan. Namun dalam kasus ini, Presiden AS dianggap sebagai liability, beban yang justru membahayakan nyawa prajuritnya sendiri.
Saya pernah bertugas di medan konflik. Saya tahu beratnya tekanan. Tetapi ketika para perwira lapangan lebih memilih mematikan akses panglima daripada menyelamatkan misi, itu pertanda bahwa struktur komando telah membusuk dari puncak.
*Kata-kata Menjadi Amunusi bagi Musuh*
Tidak cukup sampai di situ. Di luar tembok Gedung Putih, Presiden Trump mengeluarkan klaim-klaim kontradiktif yang dengan mudah dipatahkan oleh data intelijen Pentagon dan pernyataan resmi Iran.
Dia bilang Iran “setuju dengan segalanya”. Iran langsung membantah.













