Untuk Indonesia, pesan saya sederhana: jangan biarkan sistem kita menoleransi pemimpin yang tidak layak memegang komando, hanya karena ia kuat secara politik. Karena yang membayar harga tertinggi adalah prajurit muda di garis terdepan yang mati bukan karena musuh, tetapi karena panglimanya sendiri telah menjadi medan bahaya.
Pada akhirnya, musuh terbesar sebuah bangsa bukanlah rudal hipersonik atau jet tempur siluman. Musuh terbesar adalah pemimpin yang terus bertahan setelah seluruh rantai komando dan akal sehat berbisik: Dia lebih berbahaya dari musuh.
*Cisaranten – Bandung 24 April 2026*
Page 9 of 9













