Dia bilang angkatan laut Iran “hancur total”. Intelijen AS melaporkan sebaliknya.
Dia bilang Paus mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir. Itu tidak pernah terjadi.
Dia mengklaim bahwa J.D. Vance sedang dalam perjalanan ke Pakistan, padahal Vance baru akan berangkat keesokan harinya.
Saya tidak ingin terjebak dalam kata-kata kasar. Tapi dalam bahasa militer yang jujur, pola ini tidak bisa disebut sekadar “salah ucap” atau “kekhilafan”. Ini adalah disinformasi komando, sebuah pola di mana panglima tertinggi secara berulang menyampaikan klaim yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Dalam perang modern, informasi adalah amunusi. Ketika panglima tertinggi menyebarkan informasi yang salah bahkan tentang fakta paling mendasar sekalipun, maka ia tidak hanya membingungkan rakyatnya sendiri. Ia juga memberi senjata informasi kepada musuh untuk membongkar kredibilitas negaranya di mata dunia.













