Relasi antara darah mereka dan hari buruh menjadi begitu nyata di detik itu. Mereka adalah buruh yang memberikan hidupnya untuk produktivitas, namun sistem tidak memberikan keamanan yang layak untuk perjalanan pulang mereka. Kereta api yang seharusnya menjadi jembatan kehidupan, berubah menjadi peti mati besi bagi mereka yang terlalu lelah untuk melawan.
Manifesto dari Balik Duka
Pagi harinya, lokasi kecelakaan menjadi lautan duka. Banyak nyawa melayang, dan mayoritas adalah mereka yang baru saja pulang dari shift sore pabrik-pabrik sekitar. Di kantor serikat buruh, bendera setengah tiang dikibarkan. Tragedi yang mengubah wajah Hari Buruh tahun ini. Jika sebelumnya tuntutan terfokus pada angka-angka rupiah, kini tuntutan itu bergeser pada martabat nyawa.













