Oleh: Abah Anton Charliyan (Ketua Umum Majelis Adat Sunda dan Kang Martin B Chandra, Koordinator Bandung Ngariung)
BANDUNG || Bedanews.com – Sampurasuuun.
Saya, sebagai orang Sunda, mencermati dinamika sosial sejak dari awal reformasi.
Setiap kali budaya leluhur kita bangkit, selalu saja ada pihak lain yang mempersoalkannya.
Setiap kali kita menunjukkan penghargaan terhadap budaya leluhur, selalu saja ada yang melontarkan kritik dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal.
Padahal, dulu leluhur kita berpikir dan bersikap sangat terbuka, menyambut dengan baik kedatangan setiap tamu asing yang datang ke tanah ini, yang membawa ajaran & budaya mereka.
Tanpa prasangka apapun, tamu tamu asing itu diterima dengan baik, dirangkul dengan hangat dan diakui sebagai saudara, sebagai bagian dari keluarga dari sang pribumi tuan rumah.













