Oleh: Sugiyanto (SGY)-Emik. (Pengamat Ibu Kota)
JAKARTA || Bedanews.com – Tulisan artikel ini saya buat dalam rangka memperingati hari keberhasilan perjuangan dan pergerakan Reformasi yang ditandai dengan mundurnya Presiden RI ke-2, Soeharto, pada 21 Mei 1998. Hari ini, Selasa, 12 Mei 2026, tersisa sembilan hari lagi bagi rakyat Indonesia untuk memperingati momentum bersejarah tersebut. Dengan demikian, bangsa Indonesia telah melewati 28 tahun era Reformasi yang menandai perubahan dari rezim Orde Baru menuju era Reformasi hingga saat ini.
Saya merasa sangat berkepentingan menulis artikel ini karena dalam proses Reformasi tersebut, saya ikut terseret ke dalam dinamika politik praktis dan gerakan aktivisme yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Pada awal tahun 1990-an, saya hanyalah seorang simpatisan PDI. Saat itu saya melihat PDI sebagai partai yang tertindas dan perlu dibela. Karena itu, saya sering datang ke Kantor PDI di Jalan Diponegoro No. 58, Menteng, Jakarta Pusat, untuk mendukung dan mendengarkan mimbar bebas yang diselenggarakan di sana pada tahun 1996.













