Hari Buruh datang dan pergi, namun bagi Nirmala dan ribuan lainnya setiap hari adalah perjuangan sejati untuk bertahan hidup di tengah sistem yang seringkali lebih mementingkan ketepatan waktu kereta daripada nyawa penumpangnya. Keringat mereka adalah pelumas mesin ekonomi, dan darah mereka kini menjadi nisan tak kasat mata di sepanjang jalur rel yang tak pernah lelah berderit dan menjerit diantara sejuta harapan para pekerja. Selamat jalan para Perempuan baja.
Narasi ini didedikasikan untuk seluruh perempuan pekerja yang mempertaruhkan nyawa di jalanan demi keluarga. Semoga keselamatan bukan lagi menjadi kemewahan, melainkan hak dasar yang dijunjung tinggi.













