Oleh: Ganjar Kurnia (Mantan Pejabat di Pemda Prov. Jabar)
BANDUNG || Bedanews.com – Pertandingan Persib melawan kesebelasan manapun, apalagi melawan Persija, bukanlah sekadar peristiwa sepak bola. Itu adalah peristiwa sosial, psikologis, kultural, bahkan kadang-kadang metafisik dengan melibatkan para ahli ilmu gaib. Bola memang bundar, tetapi emosi bobotoh bisa seperti gunung berapi yang siap meletus.
Sejak pagi, suasana sudah berbeda. Orang yang biasanya malas mandi mendadak bersih, wangi dan memakai jersey kebanggaan seperti hendak menghadiri sidang kabinet.
Di Bandung, warung kopi berubah menjadi pusat analisis taktik internasional. Semua orang mendadak menjadi pelatih. Tukang parkir membahas “pressing”. Tukang seblak menjelaskan transisi bertahan. Bahkan kucing di bawah meja ikut tegang, sebab setiap orang berteriak, ia merasa ada ikan asin yang diperebutkan.













