Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa, target zero prevalensi narkotika 2045 tentu bukan target yang dapat dicapai dalam waktu singkat. Ini merupakan cita-cita jangka panjang yang membutuhkan konsistensi, kerja bersama dan komitmen lintas sektor. Karena itu, setiap langkah pencegahan yang dilakukan harus dipandang sebagai investasi untuk masa depan guna memastikan anak-anak dan generasi muda Jawa Tengah tumbuh dalam lingkungan yang mampu melindungi mereka dari penyalahgunaan narkotika.
“Mulai dari keluarga, sekolah, desa dan kelurahan, hingga lingkungan kerja dan masyarakat, semuanya harus memiliki peran dalam membangun daya tangkal. Dengan sinergi yang kuat antara BNNP, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dunia pendidikan, keluarga dan seluruh elemen masyarakat, kita optimistis upaya menuju Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika 2045 dapat terus kita dorong secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan,” tegas Edi Swasono.













