Selain pencegahan, audiensi juga membahas pentingnya penguatan deteksi dini, layanan kesehatan, rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan ruang digital sebagai sarana edukasi. Keterbatasan fasilitas rehabilitasi dan kebutuhan intervensi berbasis kewilayahan menjadi sejumlah tantangan yang perlu ditangani melalui koordinasi lintas sektor.
Dalam forum tersebut, juga disampaikan bahwa, sejumlah wilayah di Jawa Tengah masih menghadapi persoalan narkotika yang memerlukan perhatian dan intervensi secara lebih terarah. Karena itu, penguatan program berbasis desa dan kelurahan menjadi salah satu strategi penting dalam membangun sistem pencegahan yang dekat dengan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan perubahan nyata di tengah masyarakat serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan kuat menuju Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika 2045. (Red).













