Tokoh Demak di Jakarta dan Perantauan Sampaikan Ucapan Selamat
JAKARTA || Bedanews.com – Pelantikan Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP., M.Si., sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan masyarakat Demak. Ucapan selamat dan do’a dari Ketua Umum Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN), Fathan Subchi dan mengalir dari tokoh masyarakat Demak di Jakarta, kalangan perantauan, hingga warga di kampung halaman atas amanah baru yang dipercayakan kepada putra asli Kota Wali tersebut.
Alim yang sebelumnya menjabat Rektor IPB University dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pelantikan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Demak sekaligus harapan baru bagi kemajuan sektor pertanian nasional.
Berbagai ucapan selamat disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan karier dan kepercayaan negara yang kini diemban Alim. Fathan berharap, pengalaman akademik dan kepemimpinannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan petani Indonesia, ujarnya.
Menanggapi ucapan selamat dan do’a yang disampaikan warga Demak, Alim menyampaikan rasa terima kasih melalui grup komunikasi masyarakat Demak.
“Aamiiin YRA. Terima kasih Ibu/Bapak, para senior, wargi Demak sekalian atas do’a dan perhatiannya. Amanah yang besar, mohon selalu do’a dan support-nya,” tulis Alim.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap rendah hati sekaligus kesadaran Alim atas besarnya tanggung jawab yang kini dipercayakan kepadanya. Ia juga memohon do’a dan dukungan masyarakat agar dapat menjalankan amanah sebagai Wakil Menteri Pertanian dengan sebaik-baiknya.
Bagi masyarakat Demak, kata Fathan, keberhasilan Alim menempati jabatan strategis di tingkat nasional bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, melainkan juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus mengembangkan kapasitas diri, menekuni ilmu pengetahuan dan memberikan pengabdian bagi masyarakat, serta bangsa.
*LHKPN Catat Kekayaan Rp4,43 Miliar*
Di tengah perhatian publik terhadap jabatan barunya, keterbukaan harta kekayaan juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap penyelenggara negara.
Berdasarkan laporan terakhir yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 3 Maret 2026, Alim tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp4.429.124.762 atau sekitar Rp4,43 miliar.
Laporan tersebut disampaikan ketika Alim masih menjabat sebagai Rektor IPB University. Dengan demikian, nilai kekayaan itu merupakan data yang dilaporkan sebelum dirinya memasuki jabatan baru di lingkungan Kementerian Pertanian.
Dalam laporan kekayaannya, Alim mencantumkan empat bidang tanah dan bangunan yang berlokasi di Bogor. Selain itu, terdapat tiga kendaraan yang dilaporkan, yakni mobil Geely SUV tahun 2025, Toyota Fortuner SUV tahun 2022, serta sepeda motor Yamaha NMAX tahun 2022.
Laporan tersebut juga mencakup kategori harta bergerak lainnya serta kas dan setara kas. Namun, data yang menjadi dasar pemberitaan ini tidak merinci nilai setiap properti, kendaraan, maupun jumlah kas secara terpisah.
Karena itu, total Rp4,43 miliar perlu dipahami sebagai nilai keseluruhan kekayaan yang tercantum dalam laporan, bukan semata-mata nilai tanah, bangunan, atau kendaraan.
*Dari Dunia Akademik ke Pengabdian Nasional*
Pelantikan Alim sebagai Wakil Menteri Pertanian menandai babak baru perjalanan pengabdiannya, dari lingkungan akademik menuju pemerintahan. Pengalaman di perguruan tinggi diharapkan menjadi modal untuk mendukung kebijakan pertanian yang berbasis ilmu pengetahuan, riset, inovasi dan kebutuhan masyarakat.
Sejumlah tantangan strategis menanti di sektor pertanian, mulai dari peningkatan produktivitas, penguatan kesejahteraan petani, efisiensi distribusi pangan, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendorong pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.
Publik juga akan menantikan bagaimana pengalaman akademik dan kepemimpinan Alim dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata, khususnya bagi petani dan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.
Di sisi lain, pelaporan LHKPN menjadi salah satu instrumen transparansi dan akuntabilitas penyelenggara negara. Meski demikian, nilai kekayaan tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran untuk menilai integritas maupun kinerja seseorang. Penilaian tersebut perlu didasarkan pada kepatuhan terhadap aturan, pelaksanaan tanggung jawab, dan hasil kerja selama menjalankan amanah publik.
Dukungan serta do’a masyarakat Demak yang mengalir setelah pelantikan menjadi bagian dari harapan, agar Alim mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan bertanggung jawab.
“Kini, dengan amanah baru sebagai Wakil Menteri Pertanian RI, Alim Setiawan Slamet diharapkan tidak hanya membawa kebanggaan bagi Kota Wali Demak, tetapi juga memberikan sumbangsih bagi kemajuan pertanian dan ketahanan pangan Indonesia,” pungkas Anggota VI BPK RI ini. (Red/berbagai sumber).













