Terkait komentar Menteri Kebudayaan, menteri mengabaikan kenyataan bahwa banyak aktivis adalah pelaku sejarah. Kesaksian dari pelaku sejarah, aktivis dalam hal ini, justru merupakan salah satu kesaksian yang paling reliable dan tergolong sumber primer. Sebagaimana diketahui, sumber informasi sejarah bisa diperoleh dari sumber langsung/keterangan lisan (termasuk kesaksian aktivis yang terlibat dalam suatu peristiwa), sumber tertulis/catatan-catatan, benda peninggalan/artefak, bahasa dan gaya hidup/etnografi.
Sebagai potensi sumber primer penulisan sejarah, aktivis tidak homogen dalam cara pandangnya, sesuai dengan pengalamannya masing-masing. Ini dapat memberikan keragaman perspektif dalam melihat sejarah. Pemerintah semestinya memfasilitasi pengungkapan ingatan kolektif ini dan dengan metode partisipatif para aktivis dapat menuliskan pengalaman mereka sebagai oral history untuk kemudian dapat berkontribusi terhadap catatan sejarah bangsa.












