Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasehat Militer Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa 2017-2019)
JAKARTA || Bedanews.com – Saat pesawat tempur F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut Amerika Serikat menembaki kapal tanker berbendera Iran di perairan Teluk Oman, dunia tidak sedang menonton film aksi Hollywood. Dunia sedang menyaksikan kegagalan kolektif sistem keamanan global yang seharusnya kita bangun bersama di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sebagai seorang yang pernah duduk dalam mekanisme kerja Dewan Keamanan PBB, saya merasa terpanggil untuk bertanya: untuk apa kita mempertahankan arsitektur perdamaian dunia jika ketika krisis benar-benar datang, DK PBB hanya mampu menjadi penonton mewah?
*Fakta di Lapangan: Eskalasi yang Tak Terbendung*













