Oleh: Sigiyanto (SGY)-Emik (Pengamat Ibu Kota)
JAKARTA || Bedanews.com – Sepertinya terdapat potensi kuat bahwa proyek RDF Plant Rorotan akan gagal mencapai target pengolahan 2.500 ton sampah per hari serta produksi 875 ton briket RDF per hari, sehingga berisiko menimbulkan kerugian negara. Di sisi lain, pembatalan atau penundaan proyek PLTSa (ITF) Sunter sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) juga diduga mengandung indikasi pelanggaran hukum dan perbuatan melawan hukum (PMH).
Potensi kegagalan RDF Plant Rorotan diperkirakan disebabkan oleh berbagai kendala teknis dan operasional, antara lain adanya potensi keterbatasan armada pengangkut sampah, masalah bau, serta potensi inefisiensi dalam proses pemilahan sampah. Selain itu, terdapat potensi polusi udara dan bau yang timbul dari proses pembakaran. Di sisi lain, kemungkinan munculnya kembali penolakan masyarakat sekitar akibat kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kesehatan juga semakin memperbesar risiko kegagalan proyek ini.












