DEMAK || Bedanews.com – Bupati Demak, Hj. dr. Eisti’anah, SE bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pisowanan ke Kasepuhan Kadilangu di Notobratan Kadilangu, Demak, dalam rangkaian kegiatan menjelang Grebeg Besar di Kabupaten Demak, Senin (4/5).
Melalui keterangannya, Selasa (5/5), Bupati Eisti mengungkapkan bahwa, hal tersebut dilakukan merupakan tradisi tahunan sebagai bentuk permohonan izin serta do’a restu kepada para sesepuh, khususnya menjelang perayaan Idul Adha dan rangkaian Grebeg Besar, termasuk tradisi penjamasan pusaka peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga.
Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan bahwa, kegiatan pisowanan berjalan lancar dan menjadi bagian penting dalam pelestarian tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Ini merupakan tradisi tahunan untuk meminta do’a restu kepada para sesepuh di Kadilangu, sebagai persiapan menuju kegiatan Grebeg Besar saat Idul Adha,” ujarnya.
Eisti’ menegaskan, Pemerintah Kabupaten Demak memastikan akan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan para leluhur. Meski demikian, sejumlah inovasi juga akan dihadirkan guna menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Ada inovasi-inovasi sebagai pembeda setiap tahun, namun pakem tradisi yang sudah ada tetap dijalankan,” tambahnya.
Menanggapi wacana penataan lingkungan makam di kawasan Kadilangu, pihaknya menyebut, hal tersebut masih menjadi pembahasan internal pihak kasepuhan. Komunikasi dan koordinasi akan terus dilakukan guna mematangkan rencana tersebut.
Sementara itu, Sesepuh Kadilangu, R.H. Muhammad Cahyo Imam Santoso, menyampaikan bahwa, kunjungan Bupati bersama Forkopimda kali ini merupakan pisowanan awal.
“Nanti ada pisowanan balasan, baru banyak minta,” ujarnya sambil berseloroh.
Ia juga menginformasikan sejumlah agenda budaya lainnya, seperti tradisi dari Keraton Solo serta acara ancak-an pada malam takbiran yang rencananya akan dihadiri perwakilan dari Kabupaten Demak.
“Grebeg Besar sendiri merupakan tradisi budaya khas Demak yang digelar setiap Idul Adha, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat luas serta unsur pemerintah daerah, sebagai bentuk pelestarian warisan budaya dan nilai-nilai spiritual masyarakat,” tandasnya. (Red).













