“Jadi korban dan pelaku sebelumnya sama-sama menonton konser musik dangdut. Setelah selesai kemudian ada ketersinggungan antara satu dengan yang lain. Kedua korban yang saat itu sedang bercengkrama di perempatan Desa Bantengmati tiba-tiba dipukul dan dikeroyok oleh keempat pelaku,” jelasnya.
Para pelaku, lanjut Kuseni, melakukan perbuatan itu dalam pengaruh minuman keras (Miras) dan emosi setelah terjadi gesekan saat menonton konser musik sehingga korban yang berusaha menenangkan para pelaku harus lari mencari perlindungan.
Korban AM yang merasa terancam kemudian melarikan diri bersama HS masuk kedalam rumahnya yang berjarak 200 meter dari lokasi kejadian. Namun para pelaku tetap mengejar korban dan berhasil masuk kedalam rumah dengan cara merusak pintu dan kaca jendela.













