
PBL dinilai mampu membangkitkan minat belajar, berpikir kritis, serta menanamkan toleransi, empati, dan keadilan.2. Rancangan PBL yang KontekstualRancangan PBL SKI disesuaikan dengan kurikulum dan kebutuhan karakter siswa. Guru merancang skenario masalah dari narasi sejarah Islam seperti kepemimpinan Rasulullah, keadilan Khulafaur Rasyidin, hingga peradaban Andalusia dan Abbasiyah, lalu dihubungkan dengan isu sosial modern. Sintaks PBL meliputi orientasi masalah, pengumpulan informasi, diskusi kolaboratif, presentasi solusi, dan refleksi nilai. MAN 1 cenderung menggunakan pendekatan case-based linear-deduktif dengan kasus historis sebagai pintu masuk.
MAN 2 memakai pendekatan thematic-based spiral induktif-deduktif yang menempatkan isu kontemporer sebagai entry point. Nilai Rahmatan lil Alamin diintegrasikan secara implisit di MAN 1 dan eksplisit dalam RPP di MAN 2.3.













