Akibatnya, kaca bagian depan dan samping bus mengalami kerusakan. Sejumlah penumpang juga dilaporkan mengalami luka, termasuk pada bagian wajah dan punggung.
Setelah kejadian, bus melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit di Kota Cirebon untuk mendapatkan penanganan medis. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Polres Cirebon Kota untuk ditindaklanjuti.
Polisi menduga aksi pelemparan tersebut dilatarbelakangi sentimen rivalitas antarsuporter sepak bola. Meski demikian, penyidik masih mendalami motif masing-masing tersangka, termasuk peran mereka dalam perencanaan dan pelaksanaan aksi tersebut.
Fadlillah menegaskan, tindakan itu merupakan perbuatan oknum dan tidak boleh digeneralisasi sebagai tindakan seluruh kelompok suporter.
Menurutnya, rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya menjadi bagian dari persaingan di lapangan, bukan berkembang menjadi permusuhan atau tindak kekerasan di luar pertandingan.












