_Nah_ kekinian dimaksud jika dihubungkan dengan problematika kepemimpinan nasional saat ini yang nyata bangsa ini sedang dalam proses mencari figur presiden, dari bangsa yang mayoritas muslim, namun dalam pencaharian sosok presiden dimaksud terjadi kendala serius, yaitu proses kecurangan pemilu pilpres 2024 yang secara telanjang mata, bahkan serasa disengaja, karena mudah terlihat oleh ummat, karena selain si terduga kecurangan sendiri adalah Jokowi pemimpin pemerintahan tertinggi negara ini, yang seharusnya berlaku netral, malah dengan pongah mengakui dirinya akan cawe-cawe atau keberpihakan, dan lacur dan tragisnya, cawe-cawe atau intervensi berikut perilaku kecurangan ini dilakukan secara konspirasi dengan KPU, selaku penyelenggara Pemilu serta pengawas penyelenggara Pemilu (Bawaslu), bahkan peserta kontes yang juga merupakan seorang penguasa (Pejabat Publik) turut serta dalam kecurangan dan segala bentuk kecurangan ini dibiarkan terjadi (Pembiaran) oleh Jokowi selaku Presiden RI. Sehingga kecurangan atau pelanggaran pemilu pilpres ini dilakukan secara TSM. (Terstruktur, Sistematis dan Masiv).












