Secara keseluruhan, kebijakan “Menkeu Purbaya Kucurkan Rp200 Triliun ke Himbara” memang ngeri-ngeri sedap. Ada potensi besar untuk memperkuat ekonomi dan sektor riil, tetapi juga menyimpan risiko serius apabila tata kelola fiskal tidak dijaga dengan mekanisme audit dan kontrol yang transparan.
Keberhasilan kebijakan ini sangat ditentukan oleh keseimbangan antara fleksibilitas fiskal, akuntabilitas publik dan legitimasi demokratis dalam pengelolaan keuangan negara. ***
Page 6 of 6











