Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasehat Militer RI untuk PBB 2017-2019)
JAKARTA || Bedanews.com – *Pendahuluan*
Ketika Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran “hanya perlu menelepon” jika ingin bernegosiasi, publik internasional seolah dihadapkan pada tawaran damai yang sederhana. Namun bagi mereka yang memahami dinamika diplomasi modern, pernyataan itu bukanlah pintu perdamaian. Itu adalah jebakan politik yang disusun dengan kalkulasi psikologis yang presisi.
Satu panggilan telepon langsung dari Teheran ke Washington memiliki nilai propaganda yang jauh melebihi isi perundingan itu sendiri. Trump akan mendapatkan rekaman audio, rekaman visual, bahkan cuplikan untuk kampanye politiknya. Narasinya akan sederhana: “Iran menyerah. Iran memohon.”













