Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasehat Militer RI untuk PBB 2017-2019)
JAKARTA || Bedanews.com – Memorandum 14 poin antara Iran dan Amerika Serikat bukan pintu perdamaian. Ia hanya gencatan senjata 30 hari yang rapuh, ditandatangani di atas bara konflik yang belum padam.
Fakta di lapangan tidak berbohong. Sementara delegasi Iran dan AS duduk membahas pembukaan Selat Hormuz, pembatasan nuklir, dan pelonggaran sanksi, Israel justru meningkatkan gempuran ke Hizbullah di Lebanon dan terus menggilas Gaza. Dua realitas. Satu kawasan. Nol sinkronisasi.
Ini bukan kebetulan. Ini strategi perang modern yang disebut asymmetric decoupling.
*Anatomi Memorandum 14 Poin*
Memorandum ini adalah usulan Iran yang diserahkan ke Pakistan pada 30 April 2026, bukan kesepakatan bilateral yang sudah ditandatangani. Isinya tiga pilar utama: pembukaan kembali Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, dan pelonggaran sanksi ekonomi AS.













