Di atas kertas, ini terlihat seperti kerangka diplomasi yang masuk akal. Selat Hormuz adalah urat nadi ekonomi global. 20% minyak dunia melewati selat selebar 39 km ini. Jika tetap tertutup sejak 28 Februari 2026, harga minyak bisa menembus 200 dolar per barel dan memicu resesi global.
Iran juga menuntut ganti rugi, jaminan tidak adanya agresi militer, penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar, serta pencairan seluruh aset luar negeri. Tuntutan ini menunjukkan Iran tidak hanya ingin gencatan senjata, tapi juga ingin mengubah status quo keamanan Teluk.
Masa 30 hari adalah periode kritis. Iran menolak usulan gencatan senjata 2 minggu dari AS karena dianggap terlalu singkat untuk menyelesaikan seluruh persoalan. Teheran ingin seluruh konflik dihentikan secara menyeluruh dalam satu paket.













