Selama meja itu kosong, maka perang tidak akan pernah selesai. Ia hanya akan berganti bentuk. Dari perang konvensional menjadi perang proksi. Dari serangan rudal menjadi perang siber. Dari blokade ekonomi menjadi perang energi.
Sejarah militer mencatat, jeda tanpa penyelesaian selalu berakhir dengan ledakan yang lebih besar. Perang Yom Kippur 1973 terjadi karena gencatan senjata 1967 tidak menyelesaikan akar masalah. Perang Gaza 2023 terjadi karena gencatan senjata 2021 tidak menyentuh akar konflik.
Memorandum 14 poin bisa menjadi awal. Tapi hanya jika tiga pihak duduk bersama. Jika tidak, maka 30 hari ini hanyalah hitungan mundur menuju perang yang lebih luas.
Dan ketika perang itu datang, ia tidak akan mengenal batas Selat Hormuz, perbatasan Lebanon, atau lorong-lorong Gaza. ***













