Diskusi berjalan interaktif sebanyak 8 orang aktif bertanya sehingga jalannya dialog berlangsung dinamis. Kedelapan mahasiswa yang aktif bertanya itu, Adna Fika Ardelia, Salsabila Adinda Fitri, Nur Rayhan Alhabsy, Novri Fajar Ramadhan, Silvi Andri Yani, Rena Kasmarani, Muhammad Raihan Hasya Pratama dan Hubbi Elhikam.
Dialog dosen tamu dan mahasiswa tersebut membahas komunikasi dengan dengan pendekatan semi-akademis-Komunikasi sebagai Media Penyampaian Pesan-khususnya film.
Menurut Benny, komunikasi dalam film tidak hanya menghibur tetapi juga membentuk persepsi. “Menurut DeVito (2016), film adalah bentuk komunikasi massa yang memengaruhi audiens melalui narasi, visual, dan simbol,” kata Benny yang juta sering menjadi juri festival film internasional tersebut.
Di Indonesia, film seperti “KKN di Desa Penari” (2022) atau “Pengabdi Setan” (2017) menyisipkan unsur-unsur bid’ah (misal: ritual lokal yang dianggap menyimpang) sebagai bagian dari cerita.
Contoh pertama, film menggunakan kode budaya (misal: adat vs agama) untuk membangun konflik. Di mana pesan bid’ah sering dikomunikasikan secara implisit melalui karakter atau alur cerita.










