Fujairah dipilih bukan tanpa alasan. Sejak 2019, UEA membangun pipa minyak dari Abu Dhabi ke Fujairah sebagai jalur alternatif jika Selat Hormuz ditutup. Menyerang Fujairah berarti mengirim pesan: “Tidak ada tempat yang aman jika Hormuz ditutup.”
Tiga warga negara India menjadi korban luka sedang. Ini juga pesan politik: Iran tidak ingin menyakiti warga Barat secara langsung untuk menghindari eskalasi lebih besar dengan AS dan Eropa.
Iran menyebut serangan itu sebagai reaksi atas manuver militer AS di Selat Hormuz. Teheran menuding Washington berupaya membuka jalur pelayaran secara ilegal. Sementara UEA mengecam keras dan menyebutnya pelanggaran yang mengancam stabilitas keamanan kawasan.
Presiden Trump membantah klaim Iran bahwa kapal perang AS menjadi target. Ia menyatakan hanya sebuah kapal Korea Selatan yang terdampak. Militer AS mengklaim telah menembak jatuh tujuh kapal cepat di Teluk. Klaim ini dibantah Iran.













