Selain itu, AS tidak ingin bertanggung jawab atas operasi militer Israel di Gaza. Dengan memisahkan dua konflik, AS bisa fokus pada satu target: mencegah Iran menutup Selat Hormuz dan membatasi program nuklir.
Kedengarannya rapi di atas kertas. Tapi di medan tempur, dua konflik ini saling terkait seperti rantai.
Iran bisa menggunakan Hizbullah sebagai kartu tawar di meja nego. “Jika AS ingin kami hentikan serangan di Hormuz, kalian harus tahan Israel di Lebanon.” Sebaliknya, serangan Israel ke Hizbullah bisa memancing Iran untuk membalas lagi ke pangkalan AS di Teluk. Siklus eskalasi terus berulang.
*Serangan Fujairah: Kartu Tawar Iran*
Serangan Iran ke Fujairah pada 4 Mei 2026 adalah bukti nyata strategi ini. Dua belas rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone diluncurkan. Salah satu drone memicu kebakaran di fasilitas energi Fujairah, pusat ekspor minyak utama UEA yang terletak di luar Selat Hormuz.













