Kedua, memanfaatkan jendela operasi. Ketika AS dan Iran saling serang di Selat Hormuz, perhatian dunia tertuju ke Teluk. Tekanan internasional terhadap operasi Israel di Gaza dan Lebanon berkurang drastis. Ini yang disebut window of opportunity dalam doktrin militer Israel.
Ketiga, ketidakpercayaan terhadap hasil nego AS-Iran. Banyak di kabinet Israel yang meyakini kesepakatan AS-Iran hanya akan membekukan program nuklir Iran selama 10-15 tahun, tapi tidak menyentuh program rudal dan pengaruh regional Iran. Bagi Israel, itu hanya menunda perang yang tak terhindarkan.
*Strategi AS: Memisahkan Dua Medan Tempur*
Gedung Putih di bawah Presiden Donald Trump 2026 menerapkan strategi strategic decoupling. AS ingin “deal cepat” dengan Iran soal nuklir dan Selat Hormuz. Jika Israel dimasukkan ke meja perundingan, proses akan macet 2-3 tahun karena isu Palestina dan kedaulatan Yerusalem.













