*Ketiga* kalkulasi militer. Iran tahu, jika Israel dilibatkan dalam negosiasi, agenda akan melebar. AS bicara soal nuklir dan Selat Hormuz. Israel akan bicara soal program rudal balistik Iran dan jaringan Hizbullah di Lebanon Selatan. Campur dua agenda itu berarti negosiasi pasti gagal.
*Tiga Alasan Israel Tetap Menyerang*
Israel punya kalkulasi keamanan yang tidak selaras dengan Washington.
Pertama, prioritas ancaman langsung. Bagi Israel, Hizbullah di perbatasan utara adalah ancaman eksistensial. Hizbullah memiliki lebih dari 100.000 roket yang diarahkan ke Haifa, Tel Aviv, dan fasilitas infrastruktur kritis Israel. Gaza juga masih menjadi sumber serangan roket dan infiltrasi. Israel tidak bisa menunggu AS selesai berunding dengan Iran selama 30 hari. Ancaman itu nyata sekarang.













