*Ilusi Gencatan Senjata 30 Hari*
Sebagai mantan Penasehat Militer RI untuk PBB 2017-2019, saya melihat pola yang sama berulang sejak Perjanjian Nuklir 2015.
Perundingan berjalan di satu ruangan diplomatik. Sementara peluru terbang dan drone meledak di ruangan lain. Hasilnya selalu sama: kertas perjanjian tebal, korban sipil bertambah, dan stabilitas regional tetap nol.
Memorandum 14 poin ini hanya jeda. Bukan damai.
Jeda selama 30 hari untuk merumuskan perjanjian komprehensif. Tapi jeda tanpa mekanisme verifikasi militer di lapangan sama saja dengan memberi waktu bagi ketiga pihak untuk mengisi ulang amunisi dan merelokasi aset strategis.
Selat Hormuz mungkin dibuka kembali. Tapi tanpa jaminan keamanan dari Israel terhadap Hizbullah, dan tanpa jaminan Iran untuk tidak lagi menyerang infrastruktur energi, maka gencatan senjata ini akan runtuh pada hari ke-31.













