Karena itu, sambung Yudi penguatan skill SDM lulusan pendidikan tinggi dilakukan melalui kursus, pelatihan, dan terjun langsung di “laut terbuka” dengan mekanisme magang.
”Mekanisme magang dapat terlaksana dengan kerja sama strategis, kemitraan, dan kolaborasi,” terangnya.
Dikatakan Yudi kerjasama strategis direntang untuk perumusan kurikulum adaptif, pengembangan metode pembelajaran efektif, dan menyiapkan SDM lulusan dengan kapasitas skill tanpa batas. Ini urgensi kerjasama, kemitraan, dan kolaborasi.
“Tahun 2020/2024 Fakultas Ushuluddin harus berani mengambil langkah tersebut yakni memperbanyak skill dan memperkecil teori,“ tegas Yudi. (hargib)












