Yudi mengungkapkan Fakultas Ushuluddin bertugas merawat materi dasar Islam bersifat konseptual teoritis yakni Filsafat, Teologi, dan Tasawuf,
“Materi dasar ini, berfungsi sebagai pondasi pembangunan, karena bangunan tanpa pondasi rentan roboh,“ ujarnya.
Namun, lanjut Yudi, materi dasar memiliki aspek terapan pula, SDM pembelajaran materi dasar dapat diterapkan pada aspek terapan menurut indikator Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Dijelaskan Yudi, Aspek terapan materi dasar antara lain Filsafat Sosial, Teologi Design Thinking, dan Tasawuf Praktis. Materi ini memiliki implikasi terhadap sikap (50%), skill (40), dan pengetahuan (10%). Bobot pengetahuan diperkecil dan bobot skill diperbesar tetapi bobot sikap lebih besar lagi
Lebih jauh Dia menjelaskan, secara ekstrim, abad 21 tidak butuh pengetahuan. Abad ini lebih besar membutuhkan sikap dan skill dibanding pengetahuan. Sebab, pengetahuan telah melimpah serta mudah diakses. Abad 21 berparadigma knowledge based economy asset. SDM pendidikan tinggi menjadi asset dari aspek sikap, pengetahuan, dan skill.












