HeadlinePendidikan

Dr.Yudi W Darmalaksana: FU Harus Perbanyak Skill Perkecil Teori

Bandung, BEDAnews.com – Kemajuan sains dan teknologi memasuki era rovolusi industri 4.0 berimplikasi kepada semua asepk kehidupan manusia, tak terkecuali lembaga pendidikan tinggi dituntut untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, skill dan profesional.

Untuk mengantisipasi era Revolusi Industri 4.0 tersebut, Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung, siap mengambil langkah-langkah antisipatif dan strategis yakni melakukan terobosan berani dan adaptif dengan mengedepankan skill dari pada teori.

Menurut Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Yudi W Darmalaksana, M.Ag., Pendidikan tinggi merupakan ekosistem terdepan dalam kontribusi skill.

“Kami fokuskan bahwa masalah skill adalah masalah perhatian serius bagi Fakultas Ushuluddin,“ kata Yudi saat dikonfirmasi BEDAnews.com di ruang kerjanya, di Jln AH. Nasution, No.105 Bandung, Kamis (5/03/2020).

Yudi mengungkapkan Fakultas Ushuluddin bertugas merawat materi dasar Islam bersifat konseptual teoritis yakni Filsafat, Teologi, dan Tasawuf,

“Materi dasar ini, berfungsi sebagai pondasi pembangunan, karena bangunan tanpa pondasi rentan roboh,“ ujarnya.

Namun, lanjut Yudi, materi dasar memiliki aspek terapan pula, SDM pembelajaran materi dasar dapat diterapkan pada aspek terapan menurut indikator Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Dijelaskan Yudi, Aspek terapan materi dasar antara lain Filsafat Sosial, Teologi Design Thinking, dan Tasawuf Praktis. Materi ini memiliki implikasi terhadap sikap (50%), skill (40), dan pengetahuan (10%). Bobot pengetahuan diperkecil dan bobot skill diperbesar tetapi bobot sikap lebih besar lagi

Lebih jauh Dia menjelaskan, secara ekstrim, abad 21 tidak butuh pengetahuan. Abad ini lebih besar membutuhkan sikap dan skill dibanding pengetahuan. Sebab, pengetahuan telah melimpah serta mudah diakses. Abad 21 berparadigma knowledge based economy asset. SDM pendidikan tinggi menjadi asset dari aspek sikap, pengetahuan, dan skill.

Karena itu, sambung Yudi penguatan skill SDM lulusan pendidikan tinggi dilakukan melalui kursus, pelatihan, dan terjun langsung di “laut terbuka” dengan mekanisme magang.

”Mekanisme magang  dapat terlaksana dengan kerja sama strategis, kemitraan, dan kolaborasi,” terangnya.

Dikatakan Yudi kerjasama strategis direntang untuk perumusan kurikulum adaptif, pengembangan metode pembelajaran efektif, dan menyiapkan SDM lulusan dengan kapasitas skill tanpa batas. Ini urgensi kerjasama, kemitraan, dan kolaborasi.

“Tahun 2020/2024 Fakultas Ushuluddin harus berani mengambil langkah tersebut yakni memperbanyak skill dan memperkecil teori,“ tegas Yudi. (hargib)

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close