Oleh : Lilis Sulastri
(Guru Besar Manajemen UIN SGD Bandung)
-Setiap bulan April, kita merayakan semangat RA Kartini sebagai simbol emansipasi dan kekuatan pikiran. Namun, di balik kebaya dan perayaan formal, ada jutaan ‘Kartini masa kini’ yang sedang berjuang dalam sunyi. Mereka tidak sedang dipingit oleh tembok rumah, melainkan sedang dikepung oleh kekejaman dunia yang gemar mempermainkan logika dan mengaburkan batas kewarasan. Setiap kali nama Kartini disebut, yang terbayang adalah fajar yang menyingsing setelah malam yang panjang. Namun, bagi banyak perempuan hari ini, kegelapan bukan lagi berupa tradisi pingitan yang nyata, melainkan kabut tebal bernama manipulasi. Kita adalah Kartini masa kini, yang sedang berdiri di tengah dunia yang tampak maju secara intelektual, namun sering kali mundur secara moral.












