Dunia yang Mempermainkan Logika
Kita hidup di era di mana kebenaran sering kali dikaburkan. Dunia yang manipulatif bekerja dengan cara yang halus, mereka memuji kelembutan perempuan, namun di saat yang sama menggunakan kelembutan itu sebagai celah untuk mengendalikan. Saat seorang perempuan menggunakan logikanya untuk menuntut keadilan, sering kali dihadapi dengan taktik mental gymnastic. Logikanya dipatahkan, kewarasannya dipertanyakan, dan kejujurannya diputarbalikkan hingga merasa seolah olah Perempuan lah yang bersalah. Hal tersebut menjadi bentuk kekejaman dunia moderndan menjadi serangan sistematis terhadap rasa percaya diri perempuan.
Seringkali, atribut perempuan sebagai ‘makhluk perasaan’ disalahgunakan oleh lingkungan sekitar. Dalam hubungan sosial maupun profesional, tak jarang perempuan dihadapkan pada situasi gaslighting, sebuah kondisi di mana logika kita diputarbalikkan hingga kita meragukan diri sendiri. Mereka yang mempermainkan kewarasan sebenarnya sedang merasa terancam. Ketika seorang perempuan berdiri tegak dengan prinsip dan kebenaran, cara termudah untuk meruntuhkannya adalah dengan menyerang mental, menyebutnya terlalu sensitif, atau melabeli pemikirannya sebagai sesuatu yang tidak logis.













