Program ini akan menghimpun data dari tingkat RW hingga kota, mulai dari data kependudukan, ekonomi, hingga sosial. “Kalau data benar, maka keputusan pimpinan juga akan benar. Tapi kalau datanya salah, kebijakan pun bisa meleset,” jelas Henryco.
Tahap awal, program ini akan diuji coba di 15 kecamatan sebelum diterapkan secara luas di seluruh Kota Bandung.
Melalui Bandung Satu Data, masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai informasi publik secara mudah, seperti data kemiskinan, pendidikan, hingga kondisi sosial di wilayahnya.
Namun, Henryco menegaskan tetap ada batasan untuk data yang bersifat rahasia sesuai regulasi yang berlaku.
“Kita buka data untuk publik, tapi tetap ada yang harus dilindungi. Itu bagian dari tata kelola yang sehat,” katanya.













