Henryco menegaskan, ke depan Diskominfo tengah menyiapkan sistem berbasis AI yang dapat membantu pimpinan dalam menganalisis data secara cepat dan akurat.
“Target kami, inovasi ini bisa mulai rampung pada 2026 sebagai bagian dari penguatan sistem digital pemerintahan,” katanya.
Di balik inovasi tersebut, Diskominfo juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada pemerataan kompetensi SDM di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Henryco mengungkapkan masih banyak aplikasi yang fungsinya serupa namun tidak terintegrasi, sehingga menyulitkan efektivitas pelayanan publik.
“Kita sedang melakukan ‘cleansing’ aplikasi. Tidak boleh lagi satu wilayah membuat aplikasi yang sama tapi tidak terhubung,” tegasnya.
Sebagai solusi, Diskominfo akan menggabungkan berbagai aplikasi menjadi satu sistem terpadu yang lebih efisien dan mudah digunakan. Selain Ngulik, Diskominfo juga tengah mengembangkan program “Bandung Satu Data” sebagai sistem pengelolaan data terpadu berbasis kewilayahan.













