• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Pemkot Bandung Benahi Ruang Kelas dan Perkuat Pendidikan Karakter Siswa

Pemkot Bandung Benahi Ruang Kelas dan Perkuat Pendidikan Karakter Siswa

admin by admin
24 April 2026
in Edukasi
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, BEDAnews – Perubahan di sektor pendidikan Kota Bandung mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Survei Teropong Daerah Kota Bandung oleh Litbang Kompas yang dilakukan pada 23 Februari–3 Maret 2026 mencatat 83,8 persen warga menyatakan puas terhadap layanan pendidikan, menempatkannya sebagai salah satu sektor dengan penilaian tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa berbagai perbaikan yang dilakukan tidak lagi sebatas program, tetapi mulai terlihat nyata di lingkungan sekolah.

Perubahan tersebut paling terasa pada hal-hal yang dekat dengan keseharian siswa, mulai dari kondisi ruang belajar, metode pembelajaran, hingga perhatian terhadap aspek non-akademik seperti pendidikan karakter dan kesehatan mental.

Dalam satu tahun terakhir, Pemerintah Kota Bandung memperkuat dukungan terhadap operasional sekolah melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Dukungan ini dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan dasar sekolah, termasuk kegiatan belajar mengajar dan operasional harian, sehingga sekolah memiliki ruang yang lebih fleksibel untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Di saat yang sama, penataan sarana pendidikan dilakukan secara lebih terarah, terutama di sekolah dengan kondisi ruang belajar yang kurang layak atau kapasitas yang sudah tidak memadai. Sepanjang 2025, Pemkot Bandung mencatat penambahan 7 ruang kelas baru jenjang SD, rehabilitasi 260 ruang kelas, perbaikan 87 toilet, penyediaan 10 sumur bor, serta pembantunan benteng atau tembok batas di 4 SD Negeri dengan total 1.330 m1.

BeritaTerkait

Banmus Kemarin Bahas Berbagai Agenda Strategis

30 April 2026

33 Lahan SMA dan SMK di KCD X Cirebon Bermasalah. Disorot DPRD

30 April 2026

Pada jenjang SMP, penguatan sarana pendidikan dilakukan melalui pembangunan 1 unit sekolah baru, penambahan 16 ruang kelas, rehabilitasi 78 ruang kelas, perbaikan 29 toilet, serta penyediaan 2 ruang ibadah. Upaya ini berdampak langsung pada peningkatan kenyamanan belajar sekaligus mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif di kelas.

Perubahan tidak hanya terjadi pada aspek fisik, tetapi juga pada pendekatan pembelajaran. Dinas Pendidikan Kota Bandung mulai mendorong penguatan pendidikan karakter sebagai bagian dari proses belajar, yang saat ini diterapkan di seluruh SMP Negeri untuk kelas 9. Program ini mulai menunjukkan dampak terhadap kedisiplinan siswa, interaksi sosial, serta terciptanya suasana belajar yang lebih kondusif.

Selain itu, perhatian terhadap siswa juga diperluas ke aspek kesehatan mental. Dalam satu tahun terakhir, Dinas Pendidikan Kota Bandung mulai mengembangkan sistem deteksi dini kesehatan mental siswa sebagai langkah preventif untuk mengidentifikasi potensi masalah sejak awal. Pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan pendidikan.

Di sisi lain, akses pendidikan juga terus diperluas. Program bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga rentan menjangkau sekitar 8.379 siswa SD dan 14.545 siswa SMP, sebagai upaya memastikan tidak ada anak yang terhambat mengakses pendidikan karena faktor ekonomi.

Meski menunjukkan tren positif, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian, terutama terkait pemerataan kualitas pendidikan antarwilayah, keterbatasan kapasitas sekolah di kawasan padat penduduk, serta tekanan ekonomi yang masih berpotensi memengaruhi keberlanjutan pendidikan siswa.

Dinas Pendidikan Kota Bandung menyampaikan bahwa perubahan yang terjadi saat ini mulai terlihat pada aspek yang paling mendasar dalam pendidikan.

“Yang sekarang mulai dirasakan itu bukan hanya programnya, tapi perubahan di sekolahnya. Dari ruang kelas yang lebih layak, cara belajar yang mulai berubah, sampai perhatian ke kesehatan mental siswa, itu semua mulai dirasakan langsung oleh siswa dan orang tua,” ujarnya.
Ke depan, fokus utama diarahkan pada pemerataan kualitas pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas ini tidak hanya dirasakan di sekolah tertentu. Karena itu kami fokus pada pemerataan kualitas, termasuk penguatan sekolah di wilayah dengan kapasitas terbatas,” tambahnya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa sektor pendidikan akan tetap menjadi prioritas dalam pembangunan kota.

“Perubahan di sektor pendidikan harus dirasakan langsung oleh siswa, bukan hanya terlihat di atas kertas. Karena itu kami memperkuat dukungan ke sekolah, salah satunya melalui BOSDA, agar kebutuhan dasar pendidikan bisa terpenuhi dan proses belajar berjalan lebih baik,” ujar Farhan.

“Kami ingin memastikan setiap sekolah punya kapasitas untuk berkembang, mulai dari kondisi ruang kelas, kualitas pembelajaran, sampai dukungan terhadap siswa, termasuk perhatian pada kesehatan mental yang semakin penting hari ini,” lanjutnya.

Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa penguatan sektor pendidikan akan terus difokuskan pada hal-hal yang paling berdampak langsung bagi siswa, terutama kualitas proses belajar di kelas, pemerataan kondisi sekolah, serta dukungan yang lebih utuh terhadap perkembangan siswa, baik secara akademik maupun non-akademik.**

Tags: BOSDA Bandungdisdik kota bandungkesehatan mental siswaMuhammad FarhanPendidikan Karakterpendidikan Kota Bandungruang kelas barusekolah Bandungsurvei Litbang Kompas
Previous Post

Data dari RW hingga Kota Akan Disatukan, Diskominfo Bandung Siapkan Sistem Digital Terpadu

Next Post

AKSI SIGAP TNI AL DAN TIM SAR GABUNGAN, EVAKUASI KORBAN TENGGELAM DI SUNGAI CISANGGARUNG

Related Posts

Edukasi

Banmus Kemarin Bahas Berbagai Agenda Strategis

30 April 2026
Edukasi

33 Lahan SMA dan SMK di KCD X Cirebon Bermasalah. Disorot DPRD

30 April 2026
Edukasi

Tuntas! Pansus 3 DPRD Kabupaten Bandung Rampungkan Perda Keolahragaan

29 April 2026
Edukasi

Pansus III DPRD Kab. Bandung Gelar Rapat Terkait UU No. 11 Tahun 2022

28 April 2026
Ketua IKA UIN Bandung, Drs. H. Cucu Sutara, M.M. Terpilih sebagai Bendahara Umum Forum IKA PTKIN 2026–2030/dok.istimewa-bedanews.com
Edukasi

Terpilih Jadi Bendahara Umum Forum IKA PTKIN 2026–2030, Cucu Sutara Siap Dukung Festival Dunia Baru Islam

27 April 2026
Tim peneliti dari program MoRA (Minister of Religion Affairs - Moda Riset Akselerasi) The AIR Funds Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dipimpin Prof. Dr. Lilis Sulastri turun langsung ke wilayah adat Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, pada 22–24 April 2026./dok.istimewa
Edukasi

PERISET MoRA LPDP TERJUN KE BADUY: Membaca Kekuatan Spiritual Ecology sebagai Pilar Ketahanan Ekologis Pangan  di Tengah Krisis Global

27 April 2026
Next Post

AKSI SIGAP TNI AL DAN TIM SAR GABUNGAN, EVAKUASI KORBAN TENGGELAM DI SUNGAI CISANGGARUNG

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021