Ketiga, perkuat peran diplomasi di ASEAN. Dalam perang besar, negara yang tidak bersatu akan menjadi korban. Indonesia harus memimpin terciptanya suara bersama kawasan, bukan suara sendiri yang terisolasi.
Penutup
Dunia berubah cepat. Kursi pengamat PBB yang saya duduki dulu memberi saya pandangan bahwa multilateralisme masih bisa diandalkan. Tapi perkembangan hari ini termasuk pernyataan tegas Sekjen PBB yang tidak diindahkan, pengakuan pejabat Israel bahwa kemenangan militer atas Hizbullah tidak mungkin, dan analisis Joschka Fischer tentang “kematian NATO” semuanya menunjukkan bahwa sistem lama sedang runtuh.
Indonesia tidak bisa menghentikan runtuhnya sistem itu. Tapi Indonesia bisa memastikan tidak ikut hancur bersama reruntuhannya. Entah bagaimana, hubungan transatlantic gagasan tentang Barat itu sendiri perlu didefinisikan ulang”. Mungkin bagi kita di Asia Tenggara, saatnya juga mendefinisikan ulang posisi kita di dunia yang sedang terbakar ini.













