Ada tiga hal yang harus dilakukan Indonesia sekarang.
Pertama, evaluasi semua bentuk kerja sama pertahanan dengan negara-negara yang sedang berkonflik. Netralitas aktif bukan berarti diam. Netralitas aktif berarti mengambil jarak dari blok yang sedang bertikai. Jika Eropa saja yang merasa dikhianati oleh AS mulai membangun kemandirian militernya, mengapa Indonesia tidak?
Kedua, bangun ketahanan maritim yang sungguhan. ABC News melaporkan bahwa “Anda tidak perlu melihat jauh ke dalam bab sejarah baru-baru ini untuk melihat bagaimana gencatan senjata di Lebanon selatan berlangsung”dan semuanya berakhir dengan pelanggaran. Blokade di Hormuz adalah simulasi gratis bagi Indonesia tentang apa yang bisa terjadi di Selat Malaka. Defisit 700 juta barel minyak global bukanlah masalah negara lain. Itu adalah masalah kita jika jalur perdagangan kita terganggu.













