Saya membaca ini sebagai peringatan keras bagi Indonesia. Jika sekutu formal AS seperti Eropa mulai meragukan komitmen Washington, lalu apa jaminan bagi negara seperti kita yang hanya memiliki hubungan diplomatik biasa? Jika Pakta Pertahanan Atlantik Utara yang legendaris bisa terkikis karena “pengabaian dan penghinaan”, apa yang tersisa dari janji-janji kerjasama bilateral?
Tidak ada jaminan. Hanya ada kepentingan. Dan kepentingan bisa berubah kapan saja. Fischer memperingatkan bahwa Eropa kini harus menentukan nasibnya sendiri dan bertanggung jawab atas keamanannya sendiri, sebuah situasi yang belum pernah terjadi dalam delapan decade.
*Keempat: Sikap Indonesia di Tengah Badai*
Saya tidak menulis opini ini untuk menakut-nakuti. Saya menulis untuk mengingatkan, berdasarkan pengalaman di PBB, membaca laporan intelijen, dan menyimak pernyataan para pemimpin global.













