Ia menjelaskan, pelatihan keterampilan harus menjadi awal dari proses pemberdayaan yang berkelanjutan. Karena itu, peserta diharapkan tidak berhenti pada tahap menerima materi dan peralatan, tetapi terus berlatih, menyusun rencana tindak lanjut, membangun jejaring, serta mengembangkan keterampilan sesuai peluang yang tersedia.
“Kami berharap para peserta dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan percaya diri dalam membangun masa depan yang lebih baik. Target Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika Tahun 2045 tidak dapat diwujudkan oleh BNN sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, keluarga dan seluruh elemen masyarakat. Semakin kuat masyarakat membangun lingkungan yang sehat, produktif dan saling mendukung, semakin besar pula peluang kita untuk mengurangi kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.













