Saya mengingatkan dengan penuh kesadaran: kedaulatan bukan hanya tentang siapa yang mengibarkan bendera di pulau terluar. Kedaulatan juga tentang siapa yang diizinkan melintas di angkasa kita, dan sejauh mana kita bisa berkata “*TIDAK”* ketika kepentingan nasional terancam. Jika kita sudah kehilangan keberanian untuk berkata tidak, maka sebenarnya kita sudah kehilangan kedaulatan sejak lama, hanya belum sadar.
*Menyatu: Dari Selat Hormuz ke Ruang Udara Natuna*
Dari Danau Situ Padengkolan yang sunyi ini, setelah merenungkan tiga gelanggang pertarungan: blokade Hormuz yang mencekik, gencatan senjata Lebanon yang menipu, dan ancaman udara China yang mengintai, saya menarik satu kesimpulan yang utuh, bulat, dan tidak bisa dipotong-potong:













