Mayor Jenderal TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB 2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com – Dari pinggiran Danau Situ Padengkolan yang sunyi ini, dengan air yang tenang namun menyimpan arus dalam, saya merenungkan kembali peta perang Timur Tengah yang sebenarnya. Bukan peta yang digambar media dengan garis-garis ledakan dan korban jiwa. Tapi peta yang tergambar dari blokade yang mencekik, gencatan senjata yang menipu, dan ancaman udara yang diam-diam merambat ke ruang angkasa kita sendiri.
Tiga pekan terakhir, dunia disuguhi drama yang membuat publik salah fokus. Mereka terpaku pada apakah bom jatuh di Beirut atau Gaza. Padahal, gelanggang pertarungan yang sesungguhnya yang akan menentukan bentuk dunia sepuluh tahun ke depan sedang berlangsung di Selat Hormuz, di meja perundingan Islamabad, dan di koridor diplomatik antara Washington dan Beijing. Dan yang paling mengkhawatirkan: sebagian dari pertarungan itu kini menyentuh ruang udara Indonesia.













