Saya tidak menulis untuk menakut-nakuti. Saya menulis karena sebagai seorang yang pernah duduk di Dewan Keamanan PBB, saya tahu persis bahwa negara yang tidak mampu membaca peta perang akan menjadi bagian dari peta itu sendiri sebagai korban, bukan pemain.
*Blokade: Senjata Paling Halus yang Membunuh Tanpa Suara*
Mari kita mulai dari Selat Hormuz. Ketika Iran mengumumkan pembukaan blokade, dunia bersorak. Harga minyak langsung terjun bebas lebih dari 10 persen. Presiden Trump menyampaikan terima kasih. Publik membaca berita itu dan berpikir: “Ah, perang mulai mereda.”
Saudara-saudara, itu adalah kesalahan persepsi yang sangat berbahaya.
Saya belajar satu hal selama menjadi penasihat militer di PBB: blokade adalah senjata yang paling mematikan karena ia tidak bersuara. Tidak ada ledakan, tidak ada teriakan, tidak ada gambar rumah sakit yang hancur. Tapi blokade perlahan mencekik nafas sebuah negara, ekonominya, logistiknya, rakyatnya.













