Saya hormati Presiden Trump atas ucapan terima kasihnya. Tapi saya sampaikan: jangan tertipu Trump. Di balik ucapan terima kasih itu, AS masih membelenggu Iran dengan blokade penuh. Mereka mengumumkan pembukaan Selat Hormuz untuk kapal asing, tetapi kapal Iran sendiri masih terbelenggu. Itu bukan diplomasi. *Itu taktik ‘tersenyum sambil mencekik’.*
Inilah yang dalam bahasa militer PBB saya sebut *asymmetric strangulation* (pencekikan asimetris). Anda tidak perlu menginvasi. Anda tidak perlu menjatuhkan bom. Cukup dengan mencegah musuh berdagang, menjual minyak, dan menerima suku cadang militer. Maka negara itu akan mati sendirian.
Iran merespons dengan ancaman: jika blokade AS tidak dicabut sepenuhnya, mereka akan menutup kembali Selat Hormuz. Dan di sinilah titik kritisnya. Jika itu terjadi, dunia tidak hanya akan menyaksikan perang di Timur Tengah. Dunia akan menyaksikan krisis energi global. Dan Indonesia, dengan konsumsi BBM yang terus membengkak, akan merasakan getarannya langsung di pompa bensin terdekat.













