Pendidikan

TK Islam Ihya Hulumuddin Kunjungi Diskar Kota Bandung

BANDUNG, BEDAnews.com – Penanganan dan penanggulangan bencana kebakaran sudah semestinya diterapkan pada anak setingkat taman kanak kanak, dengan begitu anak akan bisa mengantisipasi bahaya kebakaran.

Sering terjadi anak seusia 5 tahun main dengan membawa korek api, dan bakar bakar kertas sehingga menimbulkan kebakaran. Dengan adanya penerapan dan pencegahan dari awal, anak akan tahu bahaya bermain api.

Hal itu dilakukan TK Islam Ihya Hulumuddin yang beralamat di Perumahan Griya Utama Rancaekek, Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.

Kepala Sekolah TK Islam Ihya Hulumudin Nunung Nurjanah memperkenalkan bahaya api dan pencegahan kebakaran dengan membawa anak didiknya mengunjungi Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Rabu 18-12-2019.

Murid TK yang didampingi para orangtua, mendapatkan informasi soal penyebab kebakaran dan cara menyelamatkan diri jika terjadi bencana kebakaran secara sederhana, kemudian dilanjutkan dengan berkeliling kota Bandung dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran.

“Melalui program ini anak-anak dapat sedikit mengetahui bagaimana dampak dan cara mengatasi jika terjadi bencana kebakaran ” kata Nunung Nurjanah.

Metode yang disampaikan dimana murid menyaksikan tayangan visual cara memadamkan api secara sederhana misalnya dengan memakai karung yang sudah dibasahi dengan air, menyelamatkan korban yang terjebak dalam bencana kebakaran.

“Alhamdulillah anak-anak merasa senang dan mendapatkan pengetahuan soal api sehingga tak sembarangan bermain yang bisa menyebabkan kebakaran,” katanya.

Setelah kegiatan di Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, murid taman kanak kanak Ihya Hulumuddin melanjutkan perjalanannya dengan mengunjungi restoran siap saji pizza hut di kota Bandung.

“Selain menikmati Pizza Hut, murid juga diperlihatkan bagaimana proses pembuatan makanan siap saji tersebut,” ujar Nunung. (Boed)

Baca Juga  Prodi PBA UIN Bandung dan Prodi PBA IAIN Cirebon, Jalin Kerja Sama
Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close