Alasannya karena musik Gamelan tsb dianggap sudah tidak bisa seirama lagi dengan rebana dan rock & roll.
Bahkan dicari seribu satu alasan Ini dan itu, agar musik Gamelan tersebut menjadi “NADA SUMBANG” yang TIDAK PERLU DIMAINKAN LAGI.
Ironisnya, sebagian keturunan dari sang pribumi tuan rumah yang ada sekarang ini, sudah ikut terdoktrin dan terbius oknum-oknum tuan asing yang Fanatismenya sempit yang merasa dirinya selalu benar. yang tidak mau menerima kebenaran lain selain dirinya, berbanding terbalik dengan sikap yang ditunjukan leluhur kita dimasa lalu.
Kelompok ini jelas lebih menghargai irama rebana dan rock & roll dibandingkan irama Gamelan yang merupakan warisan berharga dari leluhur mereka sendiri.
*Muncul sebuah pertanyaan?*













