Ibaratnya, dulu musik begitu syahdu dengan alunan Denting-denting nada gamelan yang menyatu dan Bersahabat dengan alam sekitarnya.
Kemudian datanglah tamu tamu asing dengan membawa musik rebana bahkan rock & roll.
Sekalipun berbeda Nada & langgam, tapi leluhur kita tetap menerimanya dengan baik dan terbuka. Bahkan sang pribumi sebagai tuan rumah pun; dengan senang hati mau belajar memainkan musik rebana dan rock & roll.
Namun, setelah rebana dan rock & roll menjadi bagian dari kultur baru yang pesat & besar, sekelompok tamu yang fanatismenya sempit malah mencibir dan mengejek tiap kali mendengar musik gamelan, musik yang dulu menyambut mereka dengan penuh hormat.
Disebutnya dengan nada Nyinyir kampungan lah, tidak religius lah, ketinggalan zaman lah, berlebihan lah dll.













