Agus mengatakan, pihak keluarga semula memilih tidak memperpanjang persoalan tersebut. Namun, situasi disebut memanas setelah W mendatangi kediaman Abeng pada awal Oktober 2026.
Menurut Agus, W berada di lokasi sekitar pukul 19.00 hingga 23.00 WIB. Dalam peristiwa itu, muncul permintaan terkait sertifikat yang kemudian memicu ketegangan antara W dan pihak keluarga.
Agus menyebut pihak keluarga berupaya mencegah W masuk ke rumah. Ia juga membantah adanya tindakan mendorong sebagaimana yang, menurutnya, dituduhkan kepada pihak keluarga.
“Dia jatuh sendiri, tetapi dalam laporannya seolah-olah didorong dua kali. Menurut keterangan kami, kejadiannya tidak seperti itu. Karena persoalan ini semakin berkembang, kami merasa perlu menempuh jalur hukum,” kata Agus.












